Skip to content

Sistem Perplanetan Baru

Sistem Perplanetan Baru

Mu Arae sendiri adalah bintang yang berjarak relatif dekat yaitu “hanya” 50 tahun cahaya dari Bumi (satu tahun cahaya setara dengan 10 trilyun kilometer, yakni jarak yang ditempuh cahaya selama setahun). Bintang tersebut sebelumnya diketahui memiliki planet seukuran Jupiter dengan periode orbit 650 hari. Observasi menunjukkan bahwa planet besar itu memiliki “teman” yang lebih kecil di sekitarnya.Dikatakan Francois Bouchyof dari Laboratorium Astrofisika Marseille, pengukuran Harps bukan hanya membenarkan apa yang sebelumnya diduga para ilmuwan mengenai bintang itu, namun ia juga menunjukkan planet baru dengan orbit pendek memang benar ada.

Hal ini tentu saja menjadikan Mu Arae sebagai sistem planet baru yang menarik. “Ia lebih mirip dengan tata surya kita dibanding apa yang kita temukan sebelumnya,” kata Alan Boss, pakar formasi planet dari Carnegie Institution, Washington. “Oleh karenanya ini merupakan penemuan yang amat menarik.”

Perlu diketahui, sebagian besar dari 120 planet yang ditemukan di luar tata surya merupakan gumpalan gas yang ukurannya sebesar Jupiter atau lebih. Planet-planet lain yang sebesar Saturnus juga ditemukan, namun tidak satu pun berukuran sekecil yang ditemukan di Mu Arae kali ini.

Sementara tiga planet yang kurang lebih seukuran Bumi dan ditemukan tahun 2002, diketahui mengorbit bintang padat mati yang dikenal sebagai bintang neutron. Planet-planet aneh itu mengelilingi bintang induknya yang gelap –yang tidak akan bisa mendukung kehidupan– dengan cepat. Oleh karenanya para ilmuwan tidak memandang ketiganya sepenting planet-planet yang mengelilingi bintang normal

Planet Kecil Serupa Bumi Terlihat di Bintang Mu Arae

Para ilmuwan Eropa telah menemukan apa yang mereka sebut sebagai planet serupa Bumi paling kecil yang mengorbit sebuah bintang di luar tata surya kita.Planet itu berukuran sekitar 14 kali ukuran Bumi –kurang lebih seukuran Uranus namun tidak cukup besar untuk digolongkan sebagai raksasa– dan cukup dekat dengan bintangnya sehingga diyakini tidak memiliki es.

Dalam pernyatannya di Forum Terbuka EuroScience di Stockholm, Swedia, Dr Nuno Santos dari Universitas Lisbon mengatakan planet baru tersebut bisa disebut “planet serupa Bumi yang besar” karena terdiri dari batuan (bukan gas seperti Jupiter) dan memiliki atmosfer tipis, meski ia adalah yang terkecil dibanding temuan sebelumnya.

Dr Santos mengklaim penemuan itu memunculkan rekor baru sebagai planet terkecil yang berada di sekitar bintang seperti Matahari. Adapun planet yang belum diberi nama ini ditemukan menggunakan spectrograph Harps sangat sensitif pada teleskop 3,6 meter di Observatorium European Southern di La Silla.

Planet itu diketahui mengelilingi bintang Mu Arae yang pada malam hari terlihat di selatan gugusan Altar. Ia adalah planet kedua yang ditemukan di sekitar bintang tersebut dan melakukan satu revolusi penuh dalam 9,5 hari karena kedekatan dengan bintang induknya –bandingkan dengan Bumi yang butuh waktu 365 hari.

“Walau kita belum mengetahui kondisi planet itu, namun bisa dikatakan bahwa permukaannya pasti amat panas, yakni sekitar 700 derajat Celcius, karena dekat dengan bintang,” ujar Dr Santos.

Goyangan Bintang diukur loh…

Menggunakan teknik pengukuran “goyangan” sebuah bintang yang disebabkan gaya gravitasi planet, para astronom menyimpulkan adanya dua planet di sana. Informasi-informasi seperti massa, orbit dan kecepatan planet juga bisa diketahui. Goyangan bintang diamati dengan mengukur efek Doppler pada cahayanya. Gelombang cahaya itu akan memanjang atau memendek seiring dengan gerakannya di sekitar gaya gravitasi planet yang dilalui.

Penemuan planet di atas menyusul temuan lain yang diperoleh pemburu planet Swiss yang mendapatkan sebuah planet lebih kecil dari yang ditemukan sebelumnya. Temuan-temuan ini tentu saja bakal menambahkan kelas planet baru, walau pengakuan atas kelas itu harus disetujui dahulu.

Saat ini banyak sekali astronom yang mengamati langit untuk mencari planet asing di luar tata surya. Sudah sekitar 135 planet asing itu ditemukan. Dengan memakai metode baru, para astronom itu kini bisa mendeteksi objek-objek yang lebih kecil daripada Saturnus. Adapun yang mereka cari sekarang adalah planet-planet seukuran Bumi kita.

Kedua planet yang baru-baru ini ditemukan, berukuran sekitar 17 kali lebih besar dari Bumi, kurang lebih sebesar Neptunus. Karena mereka berada terlalu dekat dengan bintang induknya, maka waktu edarnya pun sangat singkat.

Di luar itu, para astronom belum bisa memastikan bentuk planet sebenarnya. Keduanya bisa saja berupa bola gas seperti Jupiter, atau seperti Neptunus yang memiliki inti bebatuan berlapis es, diselimuti atmosfer tebal hidrogen dan helium. Sedangkan mengingat kedekatannya dengan bintangnya, keduanya bisa juga berupa “rock planet” seperti Merkurius.

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: