Skip to content

Cincin planet

Cincin planet

 

Bulan Prometheus dan Pandora ‘menggembala’ Cincin F Saturn.

Cincin planet adalah cincin yang terdiri dari debu kosmik dan partikel kecil lain yang mengorbit suatu planet dalam daerah berbentuk piringan pipih. Cincin planet yang paling spektakuler adalah yang ada di sekitar planet Saturnus, namun tiga raksasa gas lain dalam tata surya (Jupiter, Uranus dan Neptunus) memiliki sistem cincin mereka sendiri.

Laporan terbaru[1][2][3] menyarankan bahwa bulan Saturnus Rhea mungkin mempunyai cincinnya sendiri yang tipis, yang menjadikannya satu-satunya bulan yang diketahui memiliki sistem cincin.

Ada tiga cara terbentuknya cincin-cincin planet (cincin-cincin di sekitar planet) yang telah diajukan: dari material piringan protoplanet yang tadinya berada di dalam batas Roche planet itu dan oleh karenanya tidak mengelompok untuk membentuk bulan; dari reruntuhan bulan yang hancur oleh tabrakan besar; atau dari pecahan-pecahan bulan yang hancur akibat tekanan pasang-surut saat ia lewat di dalam batas Roche planet itu. Kebanyakan cincin diperkirakan tidak stabil dan hilang terhambur dalam hitungan ratusan juta tahun, namun nampaknya cincin-cincn Saturnus mungkin cukup tua, berasal dari masa permulaan Tata Surya.[4]

Komposisi partikel cincin beragam; mungkin silikatatau debu es. Batu-batu besar mungkin juga ada, pada tahun 2007 efek pasang-surut dari delapan ‘bulan kecil’ hanya yang ukurannya beberapa ratus meter yang terdeteksi dalam cincin Saturnus.

Beberapa cincin memiliki “bulan-bulangembala, bulan-bulan kecil yang mengorbit dekat tepi luar cincin itu atau dalam celah pada cincin itu. Gravitasi bulan gembala fungsinya menjaga bentuk yang tajam dari cincin itu; material yang berpindah lebih dekat ke orbit bulan gembala itu bisa terlempar balik ke cincin itu, keluar dari sistem, dan bisa pula terkumpul ke bulan itu sendiri.

Beberapa bulan kecil Jupiter terdalam, yaitu Metis dan Adrastea, berada dalam sistem cincin Jupiter sekaligus dalam batas Roche Jupiter.[5] Mungkin bahwa cincin-cincin ini terdiri atas material yang tertarik dari dua bulan ini oleh gaya pasang-surut Jupiter, mungkin difasilitasi oleh tubrukan material cincin pada permukaan mereka.

Cincin neptunus sangat tidak biasa karena pertama mereka tampaknya terdiri atas busur-busur (lingkaran) yang tidak penuh dilihat dari pengamatan di Bumi, tetapi gambar-gambar Voyager 2 menunjukkan mereka merupakan cincin sempurna dengan bongkahan-bongkahan yang terang[6]. Dianggap [7] bahwa pengaruh gravitasi bulan penggembala Galatea dan mungkin bulan-bulan penggembala lain yang belum ditemukan bertanggungjawab atas adanya bongkahan ini.

Pluto tidak diketahui memiliki sistem cincin. Namun, beberapa astronom bepikir bahwa wahana New Horizons mungkin akan menemukan sistem cincin saat ia mengunjungi Pluto tahun 2015.[8]

Juga diprediksikan bahwa Phobos, bulannya Mars, akan pecah dan membentuk cincin planet dalam sekitar 50 juta tahun karena orbitnya yang rendah.[9][10]

Setelah tabrakan dengan Theia dan sebelum pengumpulan menjadi Bulan, diperkirakan dulu Bumi punya sistem cincin.

Perbandingan visual

Gambar Galileo dari cincin utama Jupiter.

 
Mosaik Cassini dari cincin-cincin Saturnus.
Mosaik Cassini dari cincin-cincin Saturnus.
 

Gambar Voyager 2 dari cincin Uranus.

 

Sepasang gambar Voyager 2 dari cincin Neptunus.

 

 

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: