Skip to content

Bayi Bintang di Bima Sakti

July 12, 2011

Herschel Mengungkap Bayi Bintang di Bima Sakti ( Dan Bukan Bayi Matahari di Tata Surya)

Kelahiran bintang mirip dengan manusia butuh waktu untuk bisa tumbuh. Dan skala waktu pertumbuhan bintang membutuhkan waktu jutaan – milyaran tahun.

Bayi Bintang yang dilihat Herschel

Citra region HII RCW 120 yang diambil Herscel. Kredit : ESA, PACS & SPIRE Consortia, A. Zavagno (Laboratoire d’Astrophysique de Marseille)

Bulan Mei yang lalu, observatorium ruang angkasa Herschel milik ESA memotret citra baru yang memperlihatkan proto bintang di sekeliling 2 area terionisasi di galaksi kita yakni Galaksi Bima Sakti.  Yang dideteksi Herschel adalah bintang yang sedang berada pada tahap awal evolusinya.  Berita ini menjadi perhatian para peneliti karena informasi yang didapat bisa menjadi kunci penting untuk memahami pembentukan bintang masif yang masih misterius sampai saat ini.

Bayi bintang yang dilihat Herschel tersebut memiliki massa lebih dari 8 massa Matahari. Yang menjadikan kedua cikal bakal bintang ini langka adalah bintang seperti ini tidaklah umum dibanding bintang yang massanya lebih kecil.  Bintang bermassa besar memiliki kala hidup pendek,  karena bahan bakar nuklir yang ada di dalam dirinya akan terkonsumsi atau mengalami pembakaran dengan laju yang sangat cepat sebelum kemudian mengakhiri hidupnya dalam ledakan supernova.

Kelangkaan ini berarti akan sulit untuk bisa mengamati bintang raksasa langka tersebut, namun karakteristik benda-benda langka ini penting untuk pemahaman kimiawi dan dinamika evolusi galaksi.

Mekanisme Pembentuk Bintang Masif
Apa yang jadi mekanisme pemicu terbentuknya bintang masif memang masih terus diperdebatkan.  Dan untuk bisa mendeteksi obyek masif seperti itu di tahap awal evolusinya merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Bagaimana tidak, cikal bakal bintang tersebut masih berada di dalam kepompong debu yang tersembunyi dari pandangan.  Debu tersebut menyerap cahaya dan memancarkannya kembali pada panjang gelombang inframerah. Karena itu Herschel bisa melihat proses kelahiran bintang masif tersebut.

Salah satu teori menyebutkan bintang masif terbentuk pada area HII yang merupakan gelembung gas hidrogen panas yang sudah terionisasi oleh pancaran radiasi yang sangat kuat dari bintang masif generasi sebelumnya yang sudah terbentuk. Perbedaan temperatur antara bagian interior (sampai dengan 10 000 K) dan materi di sekitar (lebih dingin dari 100 K) menyebabkan gelembung tersebut mengembang sampai mencapai kecepatan supersonik. Gelembung yang mengembang tersebut menyapu lapisan materi netral disekitarnya yang kemudian terpecah-pecah menjadi benih (cikal bakal) berkerapatan tinggi dari generasi baru bintang bermassa besar.

Model “collect & collapse”, skenario pembentukan bintang generasi baru yang dipicu bintang masif generasi sebelumnya. Kredit : Deharveng & Zavagno, LAM, France

Data dari Herschel
Dalam pengamatannya, Herschel menargetkan area HII dalam hal ini RCW 120 dan N49 yang diperkirakan bisa memberikan bukti yang mendukung teori pembentukan bintang masif tadi.  Dan herschel memang berhasil melihat dan memotret bintang masif yang masih sangat muda di perbatasan kedua area. Kedua obyek yang baru saja memulai kehidupan tak kurang dari beberapa puluh ribu tahun baru memang belum pernah teramati sebelumnya. Inilah kali pertama bagi para astronom untuk melihat apa yang menjadi pemicu dari terbentuknya bintang masif.

Menurut Annie Zavagno dari Laboratoire d’Astrophysique de Marseille, “Kerapatan materi yang sangat tinggi di sekeliling gelembung dan gerak yang intens karena angin bintanglah yang bertanggung jawab atas proses terbentuknya bintang. Dan yang kemudian memicu munculnya populasi baru bintang yang lebih masif disekelilingnya.”

Data yang dibawa Herschel tak hanya membuat para astronom mengetahui keberadaan bintang muda yang sebelumnya tak terdeksi. Para astronom juga berhasil melakukan karakterisasi dari ciri-ciri fisik bayi bintang tersebut.

Protobintang dengan massa 8 – 10 massa Matahari tersebut memang jauh lebih masif dari Matahari dan dalam penglihatan Herschel, obyek ini dikelilingi oleh selubung besar yang massanya 2000 massa Matahari. Dan ia akan terus bertumbuh menjadi lebih masif sampai menjadi bintang yang seutuhnya. ?

Referensi : ESA

From → Bintang

Leave a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: